Pahamilah bait demi bait cerita ini, maka kamu akan tau tentang manusia di persimpangan itu...
Sejujurnya hati ini telah bimbang
Melihat semua taman yang tadinya berbunga indah, kini layu tak berkembang
Dulu, kebahagian rasanya begitu dekat dengan kita
Dan sekarang Allah datang untuk menguji dan memperingati kita
Sungguh akulah manusia di persimpangan itu
Ingin ku segera berlari ke cahaya putih di sana, namun rasanya kabut hitam begitu pekat untuk ku singkirkan
Pernah ku pendengar sebuah nasehat bahwa manusia yang mengatakan jika hatinya mampu menerima dua cinta sekaligus, ia lah orang yang berdusta
Lalu, apakah kini aku termasuk orang yang berdusta padaNya?
Ingin aku kembali pada masa dimana aku hanya mengenalNya
tak ada resah, dan sedih yang berkepanjangan
Aku ingin kembali bukan berarti ku tak mencinta
Hanya saja rasanya aku tak ingin aku tak ingin terlalu jauh
Justru aku sangat mencinta
Mendekatkannya padaku pada bait doa
benar, itulah ingin ku
Mungkin ini pula yang menjadi peringatanNya karena Tuhan maha baik pada hambanya
Terlalu menyayangi hambanya
Namun jika dilihat pada kenyataan, niatan itu rasanya berat untuk kutunaikan
Terlalu banyak kebersamaan dan rasa indah yang Allah berikan melalui ciptaanNya
Aku hanya perlu ikhtiar
Sedikit ikhtiar saja
Tak perlu menjauh ataupun berubah dariku darimu ataupun dari kita dan dari siapapun
Hanya menjalankannya skenario Allah yang paling indah
Bersama rintikan hujan di malam minggu
- 12.08.2017
0 komentar:
Posting Komentar