Saat semua mulai rapuh
Kucoba kuatkan segala penyangga yang ada
Kututupi semua lobang lobang yang mulai menganga
Namun sayang tak diiringi kerjasama
Alam seakan mendukung
Hati semakin pesimis
Kenyataan semakin terpampang
Pintu pintu yang biasa terbuka kini mulai terkunci rapat
Mulai banyak kata dan kalimat terucap untuk menutup segala keinginan bersama
Saat semua mulai rapuh
bukan kau topang lagi penyangga ini
Namun justru kau patahkan semua penopang yang ada
Kau buat patah, retak, remuk tak beraturan
Semua yang sudah terkumpul
Kau sebar bagai benih kecil tak terlihat
Pernah merasa bahwa ini peringatan
Merasa bahwa ini perlindungan
Namun disaat semua telah disadarkan
Resah ini begitu kental terasa
Berat untuk melepaskan segala yang pernah menjadi milik kita
Walaupun sesungguhnya itupun bukan milik kita
Letih menyatukan segala yang tak bisa satu
Entah tak bisa atau sungguh sulit
Yang jelas telah ku usahakan
Tak ada asa yang terlihat lagi darinya
Tak ada hasrat lagi yang terasa darinya
Semua hambar hampa terasa
Hay, apa kau menyadarinya?
Kamis, 17 Agustus 2017
Minggu, 13 Agustus 2017
Tentang Ansietas dan diriku
Hari ini aku belajar mengenai satu hal yang baru. Mengenai sebuah mungkin bisa disebut penyakit tentang psikologis yang tak banyak mengetahuinya. Ansietas sebuah gangguan psikologis tentang kecemasan yang berlebihan. Hal yang membuat seseorang mengalami kecemasan itu salah satunya adalah trauma akan hal yg pernah terjadi, yang begitu membekas dialaminya.
Dan aku, entah iya ataupun tidak aku merasa kadang hal itu ada dalam diriku. Kecemasan yang dirasapun aku yakin karena ketakutan ku pada kejadian yang tak ingin aku alami lagi.
Ya, cukup sekali aku mengalami untuk ku jadikan pelajaran.
Cemasku yang terlalu takut untuk kehilangan ciptaannya.
Sungguh terlalu ku menyayanginya
Mungkin aku terlalu mencintai dunianya, segala tentang dirinya
Namun kecemasan ku ini tak akan indah jika diteruskan.
Sama dengan gangguan psikologis yang telah aku sebutkan, ansietas dapat perlahan sembuh dimulai dari rasa syukur, bahagia dan berfikiran positif.
Rasa syukur, bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan setiap harinya. Merasa cukup dengan apa yang ada.
Rasa bahagia, bahagia akan tercipta dari bagaimana kita menyikapi rasa syukur yang ada dalam diriku kita.
Dan yang terakhir berfikiran positif, aku rasa ini adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. Adaaa saja hal yang membuat kita untuk merasa berfikiran negatif dengan sesuatu ataupun orang lain.
Berusaha untuk mempercayakan dan dipercaya orang lain, tidak memikirkan hal yang negatif.
hhhhh mencoba
Satu kata yang akan merubah semua menjadi lebih baik
Mencoba berfikir positif, untuk bisa mempercayakan dan dipercaya.
Membuat orang lain nyaman untuk tetap berada disisi
Dan aku, entah iya ataupun tidak aku merasa kadang hal itu ada dalam diriku. Kecemasan yang dirasapun aku yakin karena ketakutan ku pada kejadian yang tak ingin aku alami lagi.
Ya, cukup sekali aku mengalami untuk ku jadikan pelajaran.
Cemasku yang terlalu takut untuk kehilangan ciptaannya.
Sungguh terlalu ku menyayanginya
Mungkin aku terlalu mencintai dunianya, segala tentang dirinya
Namun kecemasan ku ini tak akan indah jika diteruskan.
Sama dengan gangguan psikologis yang telah aku sebutkan, ansietas dapat perlahan sembuh dimulai dari rasa syukur, bahagia dan berfikiran positif.
Rasa syukur, bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan setiap harinya. Merasa cukup dengan apa yang ada.
Rasa bahagia, bahagia akan tercipta dari bagaimana kita menyikapi rasa syukur yang ada dalam diriku kita.
Dan yang terakhir berfikiran positif, aku rasa ini adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. Adaaa saja hal yang membuat kita untuk merasa berfikiran negatif dengan sesuatu ataupun orang lain.
Berusaha untuk mempercayakan dan dipercaya orang lain, tidak memikirkan hal yang negatif.
hhhhh mencoba
Satu kata yang akan merubah semua menjadi lebih baik
Mencoba berfikir positif, untuk bisa mempercayakan dan dipercaya.
Membuat orang lain nyaman untuk tetap berada disisi
Sabtu, 12 Agustus 2017
Manusia di persimpangan
Pernah kamu mendengar tentang cerita manusia di persimpangan?
Pahamilah bait demi bait cerita ini, maka kamu akan tau tentang manusia di persimpangan itu...
Sejujurnya hati ini telah bimbang
Melihat semua taman yang tadinya berbunga indah, kini layu tak berkembang
Dulu, kebahagian rasanya begitu dekat dengan kita
Dan sekarang Allah datang untuk menguji dan memperingati kita
Sungguh akulah manusia di persimpangan itu
Ingin ku segera berlari ke cahaya putih di sana, namun rasanya kabut hitam begitu pekat untuk ku singkirkan
Pernah ku pendengar sebuah nasehat bahwa manusia yang mengatakan jika hatinya mampu menerima dua cinta sekaligus, ia lah orang yang berdusta
Lalu, apakah kini aku termasuk orang yang berdusta padaNya?
Ingin aku kembali pada masa dimana aku hanya mengenalNya
tak ada resah, dan sedih yang berkepanjangan
Aku ingin kembali bukan berarti ku tak mencinta
Hanya saja rasanya aku tak ingin aku tak ingin terlalu jauh
Justru aku sangat mencinta
Mendekatkannya padaku pada bait doa
benar, itulah ingin ku
Mungkin ini pula yang menjadi peringatanNya karena Tuhan maha baik pada hambanya
Terlalu menyayangi hambanya
Namun jika dilihat pada kenyataan, niatan itu rasanya berat untuk kutunaikan
Terlalu banyak kebersamaan dan rasa indah yang Allah berikan melalui ciptaanNya
Aku hanya perlu ikhtiar
Sedikit ikhtiar saja
Tak perlu menjauh ataupun berubah dariku darimu ataupun dari kita dan dari siapapun
Hanya menjalankannya skenario Allah yang paling indah
Bersama rintikan hujan di malam minggu
Pahamilah bait demi bait cerita ini, maka kamu akan tau tentang manusia di persimpangan itu...
Sejujurnya hati ini telah bimbang
Melihat semua taman yang tadinya berbunga indah, kini layu tak berkembang
Dulu, kebahagian rasanya begitu dekat dengan kita
Dan sekarang Allah datang untuk menguji dan memperingati kita
Sungguh akulah manusia di persimpangan itu
Ingin ku segera berlari ke cahaya putih di sana, namun rasanya kabut hitam begitu pekat untuk ku singkirkan
Pernah ku pendengar sebuah nasehat bahwa manusia yang mengatakan jika hatinya mampu menerima dua cinta sekaligus, ia lah orang yang berdusta
Lalu, apakah kini aku termasuk orang yang berdusta padaNya?
Ingin aku kembali pada masa dimana aku hanya mengenalNya
tak ada resah, dan sedih yang berkepanjangan
Aku ingin kembali bukan berarti ku tak mencinta
Hanya saja rasanya aku tak ingin aku tak ingin terlalu jauh
Justru aku sangat mencinta
Mendekatkannya padaku pada bait doa
benar, itulah ingin ku
Mungkin ini pula yang menjadi peringatanNya karena Tuhan maha baik pada hambanya
Terlalu menyayangi hambanya
Namun jika dilihat pada kenyataan, niatan itu rasanya berat untuk kutunaikan
Terlalu banyak kebersamaan dan rasa indah yang Allah berikan melalui ciptaanNya
Aku hanya perlu ikhtiar
Sedikit ikhtiar saja
Tak perlu menjauh ataupun berubah dariku darimu ataupun dari kita dan dari siapapun
Hanya menjalankannya skenario Allah yang paling indah
Bersama rintikan hujan di malam minggu
- 12.08.2017
Langganan:
Komentar (Atom)